
Yayasan Suluh Insan Lestari melakukan pelayanan holistik berbasis bahasa dan salah satu pelayanannya adalah untuk komunitas tuli di Indonesia. Saat...

Mentransformasi Hidup melalui Bahasa yang Dekat di Hati

Mentransformasi Hidup melalui Bahasa yang Dekat di Hati
Dengan 719 bahasa ibu, menjadikan Indonesia negara nomor 2 terkaya jumlah bahasanya di dunia.
Namun, setiap empat tahun sekali belasan bahasa punah tiada lagi penuturnya. Bahasa membawa budaya, bila satu bahasa hilang, budayanya pun turut hilang.
Bagaimana selama ini kita menjaga bahasa? Masihkah kita menuturkan bahasa ibu kita?

Yayasan Suluh Insan Lestari melakukan pelayanan holistik berbasis bahasa dan salah satu pelayanannya adalah untuk komunitas tuli di Indonesia. Saat...

Yayasan Suluh Insan Lestari bersama dengan SIL International mengadakan program Literasi Kesehatan dalam bahasa ibu. Program ini menerjemahkan komik karya...

Bahasa Kodi adalah sebuah bahasa yang dituturkan oleh masyarakat terutama di Kecamatan Kodi, Kodi Bangedo dan Kodi Balagar, Kabupaten Sumba...

Bahasa ibu adalah bahasa yang paling dipahami oleh anak-anak, oleh karena itu Yayasan Suluh Insan Lestari mendukung penggunaan bahasa Sedoa...

Pengurus Pusat Sekolah Minggu Gereja Toraja mengikuti Lokakarya Cipta Lagu khusus untuk Sekolah Minggu pada tahun 2018. Lokakarya pertama ini...
Proses dan pencapaian kegiatan Mitra di Toraja (UKIT, YPKT dan Dinas Pendidikan) memiliki semangat mengembangkan dan menerapkan program PAUD PERISAI...
Suluh Insan Lestari didirikan pada tahun 2016 dengan berpijak pada keprihatinan atas kondisi bahasa-bahasa daerah di Indonesia yang semakin ditinggalkan karena tergerus arus globalisasi dan kemajuan teknologi. Kami percaya bahwa bahasa-bahasa ini akan tetap menjadi warna keragaman sekaligus menjadi identitas tak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Bahasa-bahasa daerah ini juga menjadi jembatan yang membantu masyarakat dalam meningkatkan kapasitas dalam bidang pendidikan, sosial maupun kerohanian melalui bahasa yang paling dekat di hati mereka. Melalui pendekatan bahasa setempat suku-suku di Indonesia didorong mengalami perubahan dalam segenap aspek hidup mereka.
Transformasi menyeluruh terwujud di antara suku-suku di Indonesia seturut Firman Tuhan, dalam konteks keunikan bahasa dan budaya mereka.
Melayani komunitas bahasa di Indonesia melalui penerjemahan Alkitab, pendidikan, dan pengembangan kebahasaan, serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, agar Firman Tuhan dimengerti, dihidupi, dan menghasilkan transformasi berkelanjutan.
Firman Tuhan menjadi dasar, arah, dan sumber transformasi yang kami layani, dipahami, dihayati, dan dihidupi dalam konteks bahasa dan budaya lokal. (Roma 11:36; 2 Tim 3:16)
Kami membangun budaya pelayanan yang meneladani karakter Kristus—kasih, kerendahan hati, integritas, ketaatan, dan keintiman dengan Allah Bapa—sebagai dasar dalam setiap relasi, sikap, dan pengambilan keputusan. (Galatia 2:20)
Kami menghormati kepemilikan dan kepemimpinan gereja lokal serta komunitas setempat, dan berkomitmen membangun kemitraan yang setara dengan para mitra melalui pendekatan kolaboratif, partisipatif, dan kontekstual, demi tujuan bersama yang membawa dampak yang luas dan berkelanjutan. (1 Korintus 12:27)
ami berkomitmen pada kualitas, akurasi, dan inovatif dalam penyediaan data kebahasaan, penerjemahan, pendidikan, dan pengembangan masyarakat, dengan akuntabilitas kepada Allah dan para pemangku kepentingan. (Roma 14:12)
Kami melayani dengan visi jangka panjang, menumbuhkan kapasitas dan kemandirian mitra lokal dan komunitas dimana Firman Tuhan dalam bahasa mereka digunakan secara efektif yang membawa perubahan hidup yang berkelanjutan secara lintas generasi. (Yeremia 17:7)
Mengetahui vitalitas bahasa merupakan langkah awal sebelum melakukan kegiatan dalam bidang kebahasaan. Semakin rendah vitalitas suatu bahasa maka semakin besar upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkannya.
Suluh memperkenalkan program membaca, menulis, dan berhitung menggunakan bahasa ibu atau bahasa pertama anak. Program ini dinamakan Pendidikan Multibahasa Berbasis Bahasa Ibu (PMBBI).
Dalam bidang kerohanian, Suluh juga menggunakan bahasa daerah untuk membangun dan memenuhi kebutuhan rohani komunitas tersebut, baik anak-anak maupun dewasa.
Jika Anda mempunyai pertanyaan, ingin membagikan pokok doa & kesaksian atau ingin mengenal kami, silakan langsung menghubungi kami.