Pendidikan Multi Bahasa

Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa cara belajar yang paling efektif adalah apabila pelajaran diterima dalam bahasa yang paling dimengerti oleh siswa. Pendidikan multi bahasa yang dimulai dengan bahasa ibu, para siswa menggunakan bahasa sehari-hari mereka di tingkat awal, dimana mereka juga mereka mendapatkan mata pelajaran bahasa resmi. Setelah siswa dapat mengerti, fasih berbicara dan lancar membaca serta menulis dalam bahasa resmi pendidikan, para guru akan mulai mengajar dalam bahasa tersebut. Jembatan pengajaran antara bahasa komunitas dan bahasa yang lebih luas digunakan dapat membuat siswa, baik anak-anak maupun dewasa mencapai tujuan multi bahasa yang lebih luas sambil tetap mempertahankan bahasa dan budaya setempat mereka.
Kami datang sebagai mitra bagi komunitas bahasa, menghubungkan mereka dengan sumber daya yang mendukung serta menolong masing-masing dalam membangun kapasitas untuk mengembangkan program yang cocok.
Program yang sudah kami lakukan dan sedang berjalan :

  • ACDP (Analytical and Capacity Development Partnership) yang merupakan kerjasama dengan Kementrian Pendidikan Nasional, Universitas Cendrawasih dan Trans Intra Asia melakukan kurikulum dan pembelajaran dalam bahasa Lani di Papua.
  • PAUD berbasis bahasa Ibu¬† (PAUD PERISAI) dalam beberapa komunitas bahasa diantaranya bahasa Toraja, Sedoa, Rampi, Pekurehua, Waropen, Seram.
  • INOVASI : sebuah program kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Australia.¬†Bekerja langsung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), INOVASI berupaya memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa di sekolah-sekolah yang ada di berbagai kabupaten di Indonesia, terutama dalam hal kemampuan literasi dan numerasi. Yayasan Suluh INsan Lestari melayani di Kabupaten Sumba Barat Daya.