Visi,Misi, dan Pelayanan

Visi Yayasan :

Transformasi menyeluruh terwujud di antara suku-suku di Indonesia sesuai Firman Tuhan, azas-azas pendidikan dan pemberdayaan dalam konteks keunikan bahasa dan budaya mereka.

Misi Yayasan :

  1. Menyediakan data kebahasaan yang akurat untuk kepentingan akademis, publikasi dan pendidikan anak usia dini untuk mendukung pengembangan komunitas secara holistik.
  2. Meningkatkan capaian pendidikan dan kesadaran keaksaraan melalui pendidikan multibahasa berbasis bahasa ibu.
  3. Menyediakan bacaan Firman Tuhan dan bahan-bahan pemuridan dalam bahasa-bahasa suku dan dalam format yang paling mudah dimengerti oleh kelompok masyarakat untuk mendorong penggunaannya.
  4. Memfasilitasi gereja lokal meningkatkan kemampuannya untuk membangun jemaat yang dewasa dan melaksanakan Amanat Agung Allah.
  5. Mengembangkan pendekatan, metode dan penggunaan teknologi yang tepat untuk memaksimalkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat secara holistik.
  6. Membangun kemitraan dan jaringan pada tingkat lokal, nasional dan internasional untuk mendukung pelayanan.

Di Indonesia terdapat lebih dari 700 bahasa. Adanya migrasi sosial budaya menyebabkan perubahan dalam bahasa di suatu daerah. Kami meneliti situasi linguistik dan sosiolinguistik untuk mengerti kebutuhan dan ketertarikan pengembangan bahasa di dalam komunitas bahasa. Dokumentasi dan deskripsi bahasa kami lakukan bersama dengan masyarakat pengguna bahasa agar mereka mampu menganalisis sistem penulisan untuk bahasa yang bersangkutan termasuk dalam fitur tata bahasa dan membuat kamus dan bahan dokumentasi oleh masyarakat lokal. Kami mempunyai ukuran ketahanan bahasa di suatu komunitas dengan nama EGIDS (Expanded Graded Intergenational Disruption Scale)
Kami melihat bahwa bahasa ibu mempunyai peran yang penting dalam membawa anak-anak meraih mimpi menggapai ilmu pengetahuan. Bersama komunitas bahasa kami menjadi pendamping dalam membuat kurikulum berbasis bahasa ibu. Dengan demikian semakin mudah bagi anak untuk mengakses informasi dalam bahasa yang mereka kenal.
Bahasa akan lestari apabila digunakan secara terus-menerus, dukungan kami salah satunya dengan etnomusik, ibadah transformasional dan sekolah minggu dalam bahasa komunitas.